SEMINAR NASIONAL THE FUTURE OF MINING DAN PELANTIKAN STUDENT CHAPTER PERHAPI UNIVERSITAS MULAWARMAN
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) bersama Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul) mendorong penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan industri untuk menghadapi tantangan serta peluang transformasi sektor pertambangan di Kalimantan Timur. Upaya tersebut dibahas dalam Seminar Nasional bertajuk The Future of Mining: Tantangan dan Peluang Industri Pertambangan Kalimantan Timur di Era Transformasi, yang dirangkaikan dengan pelantikan Student Chapter PERHAPI Universitas Mulawarman periode 2026–2027.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PERHAPI, Ir. Resvani, MBA, menekankan pentingnya menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan riil industri. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia pertambangan tidak cukup hanya melalui pendidikan sarjana, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan tenaga vokasi dan keterampilan teknis yang diperlukan dalam operasional pertambangan.
Ia menyoroti pentingnya membangun hubungan link and match antara perguruan tinggi dan perusahaan agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap program magang, penyediaan fasilitas praktik, serta pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri.
Resvani juga menegaskan bahwa kemajuan industri pertambangan perlu berjalan beriringan dengan penguatan riset dan inovasi. Perguruan tinggi, termasuk Unmul, dinilai memiliki potensi untuk berperan sebagai pusat penelitian yang mendukung pengembangan teknologi dan industrialisasi di Kalimantan Timur.
Menurutnya, industri pertambangan tidak semestinya hanya berorientasi pada produksi dan ekspor bahan mentah atau produk antara. Pengembangan industri hilir dan produk bernilai tambah di dalam negeri juga perlu menjadi perhatian agar kekayaan sumber daya mineral dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Sementara itu, Ketua PERHAPI Kalimantan Timur, Ir. Ahmad Helmi Wardiono, S.T., M.Si., IPU., menyampaikan bahwa pembentukan Student Chapter PERHAPI Unmul bukan sekadar kegiatan seremonial. Organisasi tersebut diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri pertambangan, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring profesional dan membangun integritas.
Helmi juga menyoroti perubahan tuntutan industri yang semakin menekankan keberlanjutan, penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), serta pemanfaatan teknologi digital. Ia menegaskan, “Masa depan pertambangan tidak lagi berbicara tentang seberapa banyak komoditas yang kita gali, tetapi juga bagaimana kita mengekstraksi dengan cerdas, aman, minim dampak lingkungan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.”
Dari perspektif industri, Sekretaris Umum Badan Pengurus Pusat PERHAPI, Catur Gunadi, S.T., M.T., dan praktisi pertambangan sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Alumni Teknik Pertambangan Unmul, Ir. Saprianto, S.T., S.H., M.M., IPM., ASEAN. Eng., turut memberikan pandangan mengenai arah transformasi industri dan peluang penciptaan nilai tambah. Diskusi diarahkan pada pentingnya inovasi, pengembangan kompetensi, serta kemampuan Kalimantan Timur mengambil peran dalam perubahan industri pertambangan.
Wakil Dekan II Fakultas Teknik Unmul, Ir. Muslimin, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., yang mewakili Dekan Fakultas Teknik, menyampaikan apresiasi kepada PERHAPI dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan seminar. Kegiatan ini diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan antara akademisi, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan industri.
Pada kesempatan yang sama, Muhammad Akmal Azmi ditetapkan sebagai Ketua Student Chapter PERHAPI Universitas Mulawarman periode 2026–2027. Kepengurusan tersebut diharapkan mampu mengembangkan kegiatan pelatihan, kajian strategis, komunikasi, dan jejaring eksternal yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.
Melalui seminar dan pembentukan organisasi mahasiswa ini, PERHAPI dan Unmul menegaskan pentingnya kolaborasi pendidikan, penelitian, dan industri untuk mewujudkan pertambangan yang adaptif, berdaya saing, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.





