Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul Raih Medali Perunggu dan Tiga Penghargaan Lain di KKTIN 2026 Lewat Inovasi Biogas dari Ikan Sapu-Sapu
Samarinda – Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Bio-Pesut meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) pada Grand Final Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Nasional (KKTIN) 2026. Selain itu, tim ini membawa pulang tiga penghargaan khusus: Best Poster, Most Impactful Idea, dan Favorite Poster.
KKTIN 2026 diselenggarakan oleh Akademika Riset Indonesia bersama Universitas AKPRIND Indonesia, dengan tema “Sinergi Kreativitas dan Intelektualitas Pemuda untuk Indonesia Berkelanjutan”. Grand Final dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 25-26 Juli 2026. Tim Bio-Pesut tampil pada hari pertama, Sabtu, 25 Juli 2026, di Chamber KC (Lingkungan) dengan nomor urut presentasi 3, pukul 09.50-10.05 WIB. Pengumuman juara dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 08.45-09.20 WIB melalui Zoom Meeting.
Tim Bio-Pesut beranggotakan lima mahasiswa:
- Shella Andhika Putri
- Berliana Patria
- Divana Aurelia Adystira Bachtiar
- Nur Hanifah Nafilah Shabira Irwan
- Aisyah Hanifah Nadhilah Zhaffira
Tim ini dibimbing oleh Aulia Fauziah Lu’ayi, S.T., M.T.

Karya yang diusung berjudul “Bio-Pesut (Biogas Pembangkit Energi Sapu-Sapu Terpadu): Analisis Potensi dan Kelayakan Tekno-Ekonomi Biogas (Studi Kasus di Pesisir Sungai Mahakam)”. Gagasan ini berangkat dari dua persoalan sekaligus. Yang pertama adalah ikan sapu-sapu yang bersifat invasif, populasinya melimpah di Sungai Mahakam, merusak ekosistem, dan belum memiliki nilai ekonomis. Yang kedua adalah porsi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia yang masih belum optimal, sementara ketergantungan pada energi fosil terus meningkatkan emisi gas rumah kaca.
Melihat kedua persoalan tersebut, tim mengkaji pemanfaatan biomassa ikan sapu-sapu yang kaya protein sebagai bahan baku biogas. Penelitian dilakukan melalui kajian literatur dari jurnal nasional terakreditasi dan internasional, dilanjutkan dengan estimasi potensi biomassa, produksi biogas, dan energi listrik yang dapat dihasilkan. Tim juga merancang konsep reaktor biogas serta menganalisis kelayakan instalasinya dari aspek teknis dan ekonomi. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi gambaran awal bagi pengelolaan ikan sapu-sapu secara produktif sekaligus pengembangan energi terbarukan di wilayah pesisir Sungai Mahakam.

Keberhasilan tim tidak hanya terlihat dari medali perunggu. Penghargaan Best Poster dan Favorite Poster menunjukkan kekuatan visual dan komunikasi ilmiah tim, sedangkan Most Impactful Idea menegaskan bahwa gagasan mereka dinilai memberi dampak nyata bagi lingkungan dan energi berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman untuk terus berkarya dan berinovasi lewat riset yang menjawab persoalan lokal dengan dampak nasional.




