Enviro Fair 2026: HIMATELI FT Unmul Gelar Seminar Regional Pemulihan Lingkungan Pascatambang dan Tiga Lomba
SAMARINDA – Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMATELI) Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (FT Unmul) menyelenggarakan Kegiatan Acara Enviro Fair 2026 pada Senin (12/10/2026) di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur. Mengusung tema "From Extraction to Restoration: Strengthening SDGs Commitment for Sustainable Forests", kegiatan ini membahas pemulihan ekosistem pascatambang, potensi pemanfaatan lubang bekas tambang batubara sebagai sumber air bersih, serta pelaksanaan reklamasi untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Rangkaian Enviro Fair 2026 terdiri atas seminar regional dan tiga lomba yang telah dilaksanakan HIMATELI, dengan peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Rangkaian Acara Enviro Fair 2026
Berikut rangkaian acara Enviro Fair 2026 yang telah terlaksana:
1. Seminar Regional Enviro Fair 2026
Seminar regional dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur dengan menghadirkan tiga pemateri dari kalangan peneliti, akademisi, dan industri.
Pembahasan mengenai pemulihan hutan bekas tambang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Marlon Ivanhoe Aipassa, M.Agr., selaku perwakilan Pusat Penelitian Hutan Tropis (Pusrehut), melalui materi "Restorasi Bukan Sulap: Bisakah Hutan Alam Pulih Setelah Tambang Batubara?". Ia menekankan bahwa pemulihan hutan membutuhkan waktu, perencanaan, dan pemantauan berkelanjutan. Keberhasilannya tidak hanya dinilai dari kembalinya tutupan vegetasi, tetapi juga dari pemulihan fungsi tanah, tata air, kestabilan lahan, dan keanekaragaman hayati.
Potensi pemanfaatan lubang bekas tambang batubara sebagai sumber air bersih turut dibahas oleh Prof. Dr. Ir. Harjuni Hasan, M.Si., IPM., ASEAN Eng., selaku akademisi teknik, melalui materi "The Potential of Coal Mine Voids for Clean Water". Pemanfaatan air dari lubang bekas tambang memerlukan kajian kualitas air untuk memastikan kelayakan dan keamanannya. Oleh karena itu, ketersediaan air perlu disertai pertimbangan terhadap kondisi lingkungan dan potensi risiko bagi masyarakat.
Sementara itu, perspektif industri mengenai pengelolaan lingkungan pascatambang disampaikan oleh Ir. Wijanarko Andi W., S.T., M.Ling., selaku perwakilan pihak industri, melalui materi "Pelaksanaan Reklamasi Pascatambang". Reklamasi mencakup penataan lahan, pengelolaan tanah pucuk, pengendalian erosi, revegetasi, dan pemeliharaan tanaman. Pengamanan lubang bekas tambang serta pemantauan kualitas air juga menjadi aspek penting dalam mengurangi dampak lingkungan dan mendukung pemulihan fungsi lahan.
.jpeg)
.jpeg)
2. Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) Tingkat Provinsi
LDBI tingkat provinsi diikuti oleh 32 tim dari berbagai sekolah di Kalimantan Timur. Lomba ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, dan menyampaikan gagasan secara runtut dalam Bahasa Indonesia, khususnya terkait isu-isu lingkungan.
.jpeg)
3. Water Filter Competition Tingkat Provinsi
Water Filter Competition tingkat provinsi diikuti oleh 29 tim dari berbagai sekolah di Kalimantan Timur. Para peserta merancang dan menguji alat penyaring air sebagai bentuk penerapan sederhana teknologi pengolahan air untuk menjawab persoalan ketersediaan air bersih.

4. Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)
Lomba Karya Tulis Ilmiah diikuti oleh peserta dari berbagai universitas dan sekolah di Kalimantan Timur. Melalui lomba ini, peserta didorong menuangkan gagasan dan hasil kajian ilmiah yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan keberlanjutan.
.jpeg)
Berbagai pembahasan dalam Enviro Fair 2026 menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan pertambangan membutuhkan pendekatan terpadu, mulai dari restorasi ekosistem hingga reklamasi dan pemanfaatan lahan bekas tambang secara bertanggung jawab. Melalui seminar regional dan rangkaian lomba ini, HIMATELI Fakultas Teknik Universitas Mulawarman diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kepedulian peserta terhadap dampak pertambangan serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di Kalimantan Timur.




