image

SEMNASRETRO 2026 Dorong Inovasi Hijau dan Rekayasa Tropis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Muhammad Zulfahriansyah
Admin
Tipe
Berita
Tgl Dibuat
13 Sep 2026
Dikunjungi
7x

Seminar Nasional Rekayasa Tropis (SEMNASRETRO) 2026 kembali digelar Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (FT UNMUL) pada Kamis (10/9). Bertempat di Gedung Hexagon FT UNMUL, Samarinda, seminar dijalankan secara hibrida dengan tema "Rekayasa Tropis dan Kampus Berdampak: Mendorong Inovasi Hijau untuk Pembangunan Nasional".

Tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat SEMNASRETRO, yang diposisikan sebagai kanal diseminasi hasil penelitian sekaligus arena bertukar gagasan di bidang rekayasa tropis. Akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, hingga mitra industri dipertemukan dalam satu ruang untuk mengulas inovasi yang bisa diterapkan pada persoalan pembangunan kawasan tropis. Agenda ini juga menopang arah UNMUL sebagai Center of Excellence for Tropical Studies.

Dalam laporannya, Ketua Panitia SEMNASRETRO 2026, Chalsi Mala Sari, S.T., M.T, menyebut ada 75 makalah yang masuk ke panitia. Sebanyak 16 makalah dikirim penulis dari perguruan tinggi di luar UNMUL, sementara 10 makalah lainnya digarap mahasiswa Program Magister di lingkungan Fakultas Teknik UNMUL.

"Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa SEMNASRETRO terus berkembang sebagai ruang ilmiah yang mempertemukan berbagai cabang keteknikan," ungkap Chalsi.

Hadir mewakili Rektor, Wakil Rektor I UNMUL, Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si menggarisbawahi bahwa hasil penelitian semestinya berujung pada manfaat konkret bagi masyarakat tropis.

"SEMNASRETRO menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi dan menghadirkan gagasan-gagasan inovatif, khususnya di bidang rekayasa tropis dan inovasi hijau yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan nasional," ujar Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si.

Melalui forum tahunan ini, FT UNMUL diharapkan kian mengukuhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong pengembangan teknologi sekaligus ikut mewujudkan pembangunan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdampak. Semangat rekayasa tropis dan kampus berdampak yang diusung menjadikan SEMNASRETRO 2026 wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan dan mempertegas komitmen pada inovasi hijau.

Sementara itu, Dr. Ir. Mardewi Jamal, S.T., M.T., IPM. yang mewakili Dekan Fakultas Teknik UNMUL menekankan bahwa disiplin keteknikan dituntut melahirkan solusi nyata bagi agenda pembangunan hijau dan berkelanjutan. Penegasan tersebut sekaligus membuka rangkaian seminar yang memadukan kajian akademik dengan pengalaman penerapan teknologi di lapangan.

Ia berharap kegiatan ini benar-benar menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. "Semoga melalui SEMNASRETRO 2026, semakin banyak gagasan yang dapat dikembangkan dan diwujudkan menjadi inovasi nyata untuk pembangunan Indonesia," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Ir. Mardewi Jamal, S.T., M.T., IPM. memaparkan sejumlah inovasi yang diangkat para narasumber. Kuliah umum dibuka Annisa Nurjana, S.T., Officer Environment PT Pertamina EP Sangatta Field, yang mengulas inovasi Selongsong Sisipan Plunger untuk sumur pompa angguk migas. Temuan yang telah mengantongi paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia itu tercatat mampu memangkas konsumsi energi hingga 55.680 GJ, setara penghematan sekitar Rp861,6 juta per tahun. Penerapannya memperlihatkan bagaimana efisiensi proses industri dapat menopang circular business model dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Pemaparan berikutnya disampaikan Dr. Muhammad Al Muttaqii, M.T., Kepala Pusat Riset Katalisis BRIN, yang bergabung secara daring untuk mengulas kontribusi riset katalis bagi energi bersih. Ia menguraikan pengembangan katalis berbahan limbah lokal lewat pendekatan waste-to-catalyst serta peluang pemanfaatan fasilitas terpadu ELSA BRIN. Peserta turut memperoleh gambaran soal skema pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang terbuka bagi dosen dan mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi penelitian.

"Sementara itu, Dr. Ir. Dyna Marisa Khairina, S.Kom., M.Kom., akademisi UNMUL, menjadi narasumber ketiga dan membahas enterprise architecture sebagai fondasi transformasi digital menuju rekayasa tropis berkelanjutan. Paparannya menyoroti tata kelola cerdas berbasis data melalui integrasi Big Data, Internet of Things, dan model SISA atau Success of Information System Architecture. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung layanan publik serta memperkuat ketahanan kota tropis," sambungnya.

Usai kuliah umum, rangkaian acara berlanjut ke sesi presentasi paralel yang dibagi dalam tujuh ruang tematik keteknikan. Ketujuhnya meliputi informatika, sistem informasi dan kecerdasan artifisial; arsitektur dan transportasi; teknik lingkungan; teknik kimia dan biomaterial; teknik sipil; rekayasa pertambangan serta keselamatan dan kesehatan kerja; dan hidrologi serta sumber daya air.

"Keragaman topik memperlihatkan cakupan rekayasa tropis yang luas, mulai dari pemanfaatan data dan perancangan infrastruktur hingga pengelolaan lingkungan, energi, material, sumber daya air, dan keselamatan kerja. Forum tersebut memberi kesempatan kepada para pemakalah untuk mempresentasikan temuan, menerima tanggapan, dan membangun jejaring lintas bidang. Diskusi berlangsung dengan tanggapan dari peserta dan moderator. Pada penutupan, penghargaan Best Presenter diberikan kepada Gubtha Mahendra Putra, Abdul Mubarak, Alsyirha Deswinta Maharani, Azril Rosadi, Syahrul, Afdal Jamil Tanjung, dan Muhammad Fajar," terang Dr. Ir. Mardewi Jamal, S.T., M.T., IPM.

Sebagai informasi, artikel-artikel terpilih dari SEMNASRETRO 2026 akan diterbitkan melalui prosiding dan jurnal nasional terakreditasi SINTA.

Lewat agenda ini, FT UNMUL menegaskan keterhubungan antara kegiatan penelitian, diseminasi ilmiah, dan penerapan inovasi. SEMNASRETRO diharapkan tetap menjadi ruang kolaborasi yang konsisten memperluas manfaat rekayasa tropis bagi pembangunan Kalimantan Timur maupun Indonesia.