image

Temukan Celah Keamanan Sistem NASA, Mahasiswa Informatika FT Unmul Raih Letter of Recognition Internasional

Muhammad Zulfahriansyah
Admin
Tipe
Berita
Tgl Dibuat
28 Aug 2026
Dikunjungi
13x

SAMARINDA — Mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (FT Unmul), Muhammad Kevin Aldi Pratama, mengukir prestasi internasional di bidang cyber security. Kevin berhasil meraih Hall of Fame dan Letter of Recognition dari badan penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, NASA, setelah secara bertanggung jawab melaporkan celah keamanan kritis pada sistem lembaga tersebut.

Pencapaian ini bermula dari pengujian keamanan yang dilakukan Kevin hingga menemukan celah berjenis Broken Access Control—kerentanan pengaturan hak akses yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk mengakses sumber daya di luar kewenangannya. Temuan tersebut resmi dilaporkan melalui platform Bugcrowd pada 12 April 2025.

Setelah melalui proses verifikasi dan perbaikan oleh tim teknis, NASA secara resmi menerbitkan Letter of Recognition yang ditandatangani oleh Senior Agency Information Security Officer (SAISO) NASA, Mike Witt, pada 21 Mei 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Kevin.

Poin Utama & Catatan Prestasi

  • Mahasiswa: Muhammad Kevin Aldi Pratama (Prodi Informatika, FT Unmul)
  • Temuan Utama: Broken Access Control pada sistem NASA (Dilaporkan: 12 April 2025 | Diterima: 21 Mei 2025)
  • Prestasi Internasional Lainnya: Menemukan kerentanan Open Redirect pada platform global Bentley dan menerima reward atas pelaporan kerentanan E-on Software.
  • Inisiatif Kampus: Pendiri komunitas Cyber Security Unmul, wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa Universitas Mulawarman di bidang keamanan siber.

Mendorong Generasi Muda Bertanggung Jawab di Dunia Siber

Pengalaman Kevin di dunia bug bounty tidak hanya membawanya ke tingkat internasional, tetapi juga mendorongnya untuk membangun wadah edukasi di kampus. Melalui komunitas Cyber Security Unmul, Kevin aktif mengedukasi rekan-rekan mahasiswa agar dapat mengasah keahlian peretasan etis (ethical hacking) secara legal dan terarah.

Keberhasilan ini membuktikan kualitas dan daya saing mahasiswa Fakultas Teknik Unmul di kancah teknologi global, sekaligus menjadi inspirasi bagi civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat digital.