image

Sinergi FMIPA dan FT UNMUL Gelar Kuliah Tamu Diaspora Berdampak: Eksplorasi Teknologi Fuel Cell Masa Depan

Muhammad Zulfahriansyah
Admin
Tipe
Berita
Tgl Dibuat
28 Aug 2026
Dikunjungi
12x

SAMARINDA — Tim Diaspora Berdampak Universitas Mulawarman (UNMUL) hasil kolaborasi antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Teknik (FT) sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Fuel Cells Technologies” pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung 4A2 FT UNMUL dan diikuti oleh civitas akademika dari kedua fakultas.

Kuliah tamu ini merupakan bagian dari rangkaian Program Diaspora Berdampak 2026 di UNMUL. Program ini menjadi wadah kolaboratif untuk menghadirkan akademisi diaspora Indonesia yang berkiprah di perguruan tinggi luar negeri guna membagikan ilmu, pengalaman riset, serta memperkuat jejaring akademik internasional.

Pada kesempatan kali ini, hadir sebagai narasumber Dr. Yusak Hartanto, akademisi diaspora Indonesia yang menjabat sebagai Senior Lecturer di Swinburne University of Technology Sarawak Campus, Malaysia. Beliau memaparkan materi seputar teknologi hidrogen, fuel cell, hingga electrolyser technology. Pembahasan juga mencakup aspek teknis mendalam seperti pengembangan electrocatalyst, anion exchange membrane, serta gambaran riset terkini yang tengah berjalan di Swinburne University.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FT UNMUL, Ir. Fachrizal Adnan, S.T., M.Sc., menyambut baik inisiatif kolaborasi FMIPA dan FT dalam menghadirkan program ini. Beliau menilai isu fuel cell technology sangat relevan sebagai salah satu emerging technology, khususnya dalam era perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle).

“Teknologi fuel cell ini menjadi salah satu fokus penting saat ini. Oleh karena itu, kolaborasi seperti ini sangat berharga agar mahasiswa kita bisa terdepan dalam memahami isu dan perkembangan teknologi global,” ujar Fachrizal.

Lebih lanjut, beliau berharap kehadiran Dr. Yusak Hartanto melalui Program Diaspora Berdampak ini dapat menjalin komunikasi lebih lanjut untuk memicu kerja sama strategis di masa depan.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menguatkan kolaborasi antarinstitusi, baik dalam bentuk student exchange (pertukaran mahasiswa) maupun teaching collaboration,” tambahnya.

Melalui sinergi antar-fakultas (FMIPA dan FT UNMUL) dalam mendatangkan akademisi internasional ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan wawasan akademik di luar pembelajaran reguler, tetapi juga terdorong untuk berkontribusi dalam riset dan inovasi teknologi energi hijau di masa mendatang.