image

FT Unmul Perkuat Implementasi Outcome-Based Education (OBE) melalui Workshop Penyusunan Modul Praktikum Berbasis OBE

Muhammad Zulfahriansyah
Admin
Tipe
Berita
Tgl Dibuat
13 Jun 2026
Dikunjungi
45x

SAMARINDA – Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (FT Unmul) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memenuhi standar pendidikan tinggi berbasis Outcome-Based Education (OBE). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Modul Praktikum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Juni 2026, di Ruang Rapat Dekanat, Lecturer Building Lantai 2, Fakultas Teknik Universitas Mulawarman.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Ir. H. Tamrin, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dan menghadirkan narasumber nasional, Prof. Ir. Bertha Maya Sopha, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., yang merupakan Guru Besar Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada (UGM), Asesor LAM Teknik, Ketua Program Studi Magister Teknik Sistem UGM, Ketua Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia (ISLI), serta aktif sebagai pakar di bidang sistem industri, rantai pasok, dan pendidikan keteknikan berbasis capaian pembelajaran.


Kegiatan Foto Bersama Dekan FT Unmul, Narasumber dan Peserta Workshop (KR)

Workshop diikuti oleh 65 peserta, terdiri atas 51 peserta yang hadir secara luring dari 12 laboratorium dan 1 workshop di lingkungan FT Unmul—meliputi kepala laboratorium, asisten laboratorium, dan asisten praktikum—serta 14 dosen yang mengikuti kegiatan secara daring.

Dalam sambutannya, Prof. Tamrin menegaskan bahwa laboratorium dan praktikum merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran keteknikan yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan. Oleh karena itu, penyusunan modul praktikum perlu diselaraskan dengan pendekatan OBE agar setiap aktivitas praktikum mampu memberikan kontribusi yang terukur terhadap capaian pembelajaran lulusan (CPL).

Praktikum tidak lagi dipandang hanya sebagai pelengkap mata kuliah, tetapi harus menjadi sarana pembelajaran yang mampu membentuk kompetensi mahasiswa secara nyata. Melalui workshop ini, kita berharap seluruh laboratorium di lingkungan FT Unmul dapat menyusun modul praktikum yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan tuntutan akreditasi serta kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.


Sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (RRR)

Pada sesi utama, Prof. Bertha Maya Sopha menjelaskan bahwa implementasi OBE tidak hanya berfokus pada penyusunan kurikulum, tetapi juga mencakup sistem asesmen yang mampu membuktikan ketercapaian kompetensi mahasiswa. Menurutnya, modul praktikum harus dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan profil lulusan yang ditetapkan program studi.

Ia menekankan bahwa paradigma praktikum perlu bergeser dari sekadar kegiatan verifikasi teori menuju pembelajaran yang berorientasi pada performance-based assessment. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhir, tetapi juga kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, melakukan analisis, mengambil keputusan, serta menunjukkan keterampilan profesional yang relevan dengan bidang keilmuannya.

Dalam OBE, yang menjadi fokus bukan hanya apa yang diajarkan, tetapi apa yang mampu dilakukan mahasiswa setelah proses pembelajaran selesai. Karena itu, setiap aktivitas praktikum harus dirancang untuk mendukung pencapaian CPL melalui indikator kinerja yang jelas dan dapat diukur,” jelas Prof. Bertha.


Prof. Bertha Maya Sopha sedang memberikan penjelasan mengenai OBE (RRR)

Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, serta metode asesmen yang digunakan. Modul praktikum yang baik, menurutnya, harus memuat rubrik penilaian yang terstruktur sehingga mahasiswa memahami secara jelas kompetensi yang harus dicapai dan dosen maupun instruktur memiliki acuan yang objektif dalam melakukan penilaian.

Rubrik penilaian bukan sekadar alat pemberi nilai, tetapi juga instrumen yang memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran. Dengan rubrik yang jelas, mahasiswa mengetahui ekspektasi capaian yang harus dipenuhi, sementara program studi dapat melakukan pengukuran CPL secara lebih akurat,” tambahnya.

Selain aspek asesmen, Prof. Bertha juga mendorong pengembangan aktivitas praktikum yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Menurutnya, laboratorium perlu menghadirkan tugas dan studi kasus yang lebih kontekstual sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang mendekati permasalahan nyata di dunia industri.

Dalam sesi diskusi, narasumber juga memberikan berbagai masukan terkait pengembangan praktikum terintegrasi di lingkungan FT Unmul. Salah satu poin yang disoroti adalah pentingnya keterhubungan antar modul praktikum, keselarasan modul dengan visi keilmuan program studi, serta perlunya setiap modul dilengkapi CPL, CPMK, metode asesmen, dan rubrik penilaian yang konsisten dengan prinsip OBE.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai penyusunan modul, integrasi praktikum lintas laboratorium, strategi pengukuran CPL, hingga persiapan menghadapi tuntutan akreditasi berbasis OBE dan LAM Teknik.


Kegiatan Diskusi Peserta Workshop dengan Narasumber (RRR)

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Mulawarman berharap seluruh laboratorium dapat menghasilkan modul praktikum yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Selain mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran, hasil workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi OBE serta mendukung pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan standar akreditasi nasional maupun internasional.