image

Gelar Seminar Nasional, FT Unmul Kupas Tuntas Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Tambang

Muhammad Zulfahriansyah
Admin
Tipe
Berita
Tgl Dibuat
22 May 2026
Dikunjungi
50x

SAMARINDA – Isu pengelolaan lingkungan di sektor industri ekstraktif kembali menjadi fokus perhatian utama akademisi dan praktisi di Kalimantan Timur. Bekerja sama dengan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Perwakilan Daerah Kalimantan Timur (PERHAPI PD Kaltim), Fakultas Teknik Universitas Mulawarman sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk "Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Tambang". Acara yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 ini bertempat di Gedung Hexagon, Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, dan dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari pekerja tambang serta mahasiswa.

Sebelum pemaparan materi inti dimulai, acara dibuka secara resmi oleh rangkaian sambutan dari pihak penyelenggara dan pimpinan fakultas. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PERHAPI PD Kaltim, Ir. Ahmad Helmy W, S.T., M.Si., IPM., yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara asosiasi profesi dan institusi pendidikan demi menyiapkan sumber daya manusia pertambangan yang peka terhadap kelestarian lingkungan. Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Ir. H. Tamrin, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., yang menyambut baik terselenggaranya seminar nasional ini sebagai bentuk nyata komitmen fakultas dalam mendorong iklim akademik yang adaptif terhadap regulasi dan perkembangan teknologi industri hijau.

Sesi pemaparan materi diawali oleh pandangan dari pelaku industri yang disampaikan oleh Erwin Manurung selaku Direktur Utama PT Carsurin Tbk sebagai keynote speaker, bersama Dr. Miftahudin, M.Si. selaku Head of Technical PT Carsurin Tbk. Mereka mengupas tuntas strategi pengelolaan lingkungan bertajuk "Beyond Compliance", di mana perusahaan tidak lagi sekadar mengejar angka baku mutu formal, melainkan mengintegrasikan aspek lingkungan sebagai nilai inti bisnis. Konsep keberlanjutan atau sustainability dijelaskan sebagai hasil dari optimasi rasio antara nilai tambah ekonomi dengan intensitas dampak lingkungan. Untuk mencapai hal tersebut, dipaparkan pentingnya metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan pendekatan cradle-to-grave yang kini menjadi kewajiban dalam kriteria PROPER untuk mengevaluasi dampak lingkungan mulai dari fase ekstraksi, pemrosesan, transportasi, hingga pengelolaan limbah demi menemukan titik kritis inovasi efisiensi. Selain menargetkan rasio daur ulang air atau water recycle ratio di atas 70 persen, PT Carsurin Tbk juga memperkenalkan solusi total mitigasi emisi gas rumah kaca berbasis digital melalui empat tahapan sistematis yang meliputi identifikasi, konfigurasi, inventarisasi, dan analisis yang terintegrasi dalam sebuah dasbor internal interaktif.

Perspektif dari sisi regulator dan kepatuhan hukum disampaikan secara mendalam oleh Sumarlin, S.T., seorang Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM pada Direktorat Teknik dan Lingkungan Minerba yang ditempatkan di Provinsi Kalimantan Timur. Beliau menjelaskan bahwa aktivitas pertambangan secara inheren memiliki potensi risiko yang tinggi terhadap kerusakan ekosistem bentang alam serta pencemaran lingkungan akibat limbah logam berat, merkuri, maupun air asam tambang atau asam sulfat. Oleh karena itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, perusahaan tambang memiliki kewajiban hukum yang mutlak untuk melaksanakan reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang guna mengembalikan fungsi lingkungan hidup, menjaga kesehatan masyarakat sekitar, serta memenuhi kaidah penambangan yang baik atau Good Mining Practice. Pemantauan lingkungan yang standar dan berkala sangat diperlukan agar operasional tambang tetap berjalan beriringan dengan kelestarian alam dan keselamatan manusia.

Keseluruhan jalannya seminar dan sesi diskusi interaktif ini dipandu secara dinamis oleh Ir. RD Agah Wahyu, S.T., IPM. selaku Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kaltim yang bertindak sebagai moderator. Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta, khususnya mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, yang aktif menggali implementasi nyata teknologi di lapangan. Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, Fakultas Teknik Universitas Mulawarman mempertegas perannya sebagai mitra strategis dalam menjembatani dunia akademik dan industri guna mencetak generasi profesional yang andal secara teknis sekaligus memiliki tanggung jawab ekologis yang tinggi demi masa depan pertambangan yang berkelanjutan di Indonesia.