Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber, Prodi Sistem Informasi FT Unmul Gelar Live Knowledge Center: Cybersecurity Awareness
SAMARINDA, FT UNMUL – Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (FT Unmul) kembali menggelar kegiatan edukasi digital bertajuk Knowledge Center: Cybersecurity Awareness secara siaran langsung (live broadcast). Acara ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Professional Skills Development (PSD) serta mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Wilayah Kalimantan Timur. Melalui kegiatan ini, FT Unmul berkomitmen untuk membekali civitas akademika serta masyarakat luas dengan wawasan mendalam mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan, integritas, dan keandalan data di tengah pesatnya arus transformasi digital.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ir. Muhammad Fawaz Saputra, S.T., M.Eng., dalam laporannya menyampaikan harapan besar agar agenda ini dapat membuka kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya keamanan berinternet dan etika beraktivitas di ruang digital. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Ir. H. Tamrin, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., hadir membuka acara secara resmi sekaligus memberikan penekanan strategis terkait krusialnya benteng siber dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Beliau menggarisbawahi bahwa secanggih apa pun teknologi yang dirancang oleh manusia, jika tidak dibentengi dengan sistem keamanan yang andal, maka inovasi tersebut akan sangat rentan dan mudah dibelokkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sesi pemaparan materi diawali oleh M. Yusuf Halim, S.Kom., M.Kom., CHFI, seorang akademisi yang juga aktif sebagai Digital Forensics Analyst di PT. Hastama Technologies Indonesia serta CEO CV. Borneo Harmoni Digital. Dalam presentasinya, beliau mengusung topik utama mengenai strategi membangun kesadaran keamanan siber di lingkungan akademik sekaligus mengenalkan peluang finansial melalui program bug bounty. Beliau membedah tata cara mengidentifikasi kerentanan sistem informasi kampus, prosedur analisis forensik digital, hingga bagaimana mahasiswa dapat menyalurkan bakat peretasan etis (ethical hacking) secara legal melalui platform bug bounty yang berpotensi menghasilkan apresiasi finansial cukup menjanjikan.

Melengkapi diskusi tersebut, pemateri kedua, Muhammad Kevin Adli Pratama, yang merupakan praktisi Web & Android Penetration Testing, membagikan pengalaman praktisnya di tingkat dunia. Berbekal rekam jejak sebagai Bug Bounty Awardee di platform global Bentley dan Adafruit serta penerima Letter of Recognition dari NASA, beliau membekali peserta dengan teknik pengujian celah keamanan sistem dan penanganan insiden kejahatan siber secara nyata. Melalui gelaran Knowledge Center ini, FT Unmul berharap dapat melahirkan talenta digital yang tidak hanya terampil menciptakan teknologi, tetapi juga tangguh dalam menjaganya. Informasi selengkapnya mengenai aktivitas akademik Program Studi Sistem Informasi FT Unmul dapat diakses melalui situs resmi https://si.ft.unmul.ac.id.




