image

Gandeng Google, Prodi Sistem Informasi FT UNMUL Bekali Mahasiswa Skill Optimasi AI yang Etis dan Produktif

Muhammad Zulfahriansyah
Admin
Tipe
Berita
Tgl Dibuat
29 Jul 2026
Dikunjungi
34x

SAMARINDA – Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (FT UNMUL) melalui Program Studi Sistem Informasi menggelar seminar bertajuk “Connect, Learn, and Grow: Upgrade Skill Produktif Bersama Gemini dan Google AI” pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lecture Theater Gedung UNMUL Hub ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara produktif, kritis, sekaligus bertanggung jawab di lingkungan akademik.

Seminar ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber, yaitu Haryo Jati Setiyadi, S.Kom., M.Kom., dosen Sistem Informasi FT UNMUL, dan Adinda Salsabila Naura, yang merupakan Google Student Ambassador 2026.

Dalam sambutannya, Plt. Wakil Dekan Bidang Akademik FT UNMUL, Dr. Retno Wulandari, M.Sc., menekankan bahwa di tengah pesatnya arus teknologi, penguasaan terhadap AI kini telah menjadi kebutuhan mendasar bagi sivitas akademika, bukan lagi sekadar pilihan.

“AI saat ini merupakan alat penting yang harus bisa kita manfaatkan,” tutur Dr. Retno.

Beliau menambahkan, Fakultas Teknik berkomitmen mengintegrasikan pemahaman dasar AI ke dalam kurikulum berbagai program studi. Langkah ini diambil agar mahasiswa tidak hanya terampil menggunakan teknologi tersebut, tetapi juga memahami batasan-batasan serta etika penggunaannya dalam ranah akademik.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Prodi Sistem Informasi, Putut Pamilih Widagdo, S.Kom., M.Kom., menyambut positif kolaborasi dengan Google dalam kegiatan ini. Ia berharap seminar ini menjadi pintu pembuka bagi kerja sama yang lebih luas, pertukaran ilmu, serta optimalisasi teknologi demi menunjang prestasi akademik mahasiswa.

Putut juga mengingatkan pentingnya kesadaran mahasiswa mengenai aspek keamanan dan batasan AI dalam konteks perkuliahan. Meski AI terbukti sangat membantu dalam berbagai bidang seperti pemrograman, analisis data, hingga pengembangan aplikasi, penggunaannya tetap harus bijak.

Dalam sesi inti, peserta mendapatkan materi mendalam mengenai Generative AI, penggunaan Gemini, serta workshop interaktif mengenai teknik prompting. Salah satu metode praktis yang diajarkan adalah RCTF (Role, Context, Task, dan Format). Metode ini memandu pengguna menyusun instruksi yang spesifik dan jelas agar hasil yang diperoleh dari AI lebih relevan dan akurat.

Meskipun mengulas berbagai kemudahan AI, seminar ini juga memberikan peringatan keras agar mahasiswa tetap bersikap kritis. Teknologi AI memiliki potensi menghasilkan informasi yang tidak akurat atau "halusinasi". Oleh karena itu, mahasiswa diwajibkan selalu melakukan verifikasi ulang menggunakan sumber primer dan referensi akademik yang valid.