Memorandum of Understanding (MoU) Fakultas Teknik dengan Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda (Baristands)

foto

Fakultas Teknik Universitas Mulawarman telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda (Baristands) Kementerian Perindustrian R.I. pada hari Selasa tanggal 30 September 2014 di Ruang Rapat Utama Gedung 2 Fakultas Teknik Universitas Mulawarman.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Dr. Ir. H. Dharma Widada, M.T. dan Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda Kementerian Perindustrian R.I. Drs. Sri Widodo, M.M.

Kerjasama ini dimaksudkan untuk mendukung penelitian dan pengembangan teknologi dan pembangunan sumberdaya manusia melalui pemanfaatan keahlian dan peralatan laboratorium yang dimiliki kedua pihak secara bersama untuk meningkatkan mutu litbang yang dihasilkan dan mutu sumberdaya manusia (stakeholder) industri. Dengan MoU ini, maka akan membuka kesempatan yang sebesar-besarnya bagi seluruh civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Mulawarman untuk melakukan penelitian, pengembangan ilmu dan teknologi, pemanfaatan keahlian potensi sumberdaya manusia dan pemanfaatan peralatan laboratorium dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sebagai tindaklanjut awal pelaksanaan kerjasama ini telah dilakukan pemanfaatan tenaga ahli dan dimulainya kegiatan riset Perencanaan dan Pengembangan Produk Nabati yang kemudian akan diteruskan dengan pelaksanaan Pilot Project Usaha berbasis Produk yang telah dikembangkan. Kesempatan riset dan kegiatan lainnya dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi masih terbuka lebar bagi para civitas akademika, terutama para Dosen Fakultas Teknik Universitas Mulawarman.

Diharapkan dengan adanya kerjasama ini dapat memberikan peningkatan kompetensi bagi para Dosen yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kompetensi lulusan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman sehingga dapat bersaing pada era globalisasi ini, terutama dalam menghadapi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015.(Muriani E.I)